Perawatan Mobil

Berikut Dua Penyebab AC Mobil Sering Bermasalah

Sejumlah pemilik mobil pasti tidak menyadari ada beberapa kebiasaan kecil yang berpotensi merusak komponen mobil. Hal ini biasanya tidak disadari para pemilik kendaraan. Diantaranya, seperti memutar power Air Conditioner (AC) untuk menyalakan dan mematikan pendingin ketika berkendara. Padahal, dampak buruknya pun sering tak disadari para pemilik mobil.

Kebiasaan seperti mematikan dan menghidupkan AC ketika memutar mesin tinggi membuat beban kompresor mendadak berat, kondisi inilah yang akan menyebabkan terjadinya gesekan yang terlalu keras antara pulley dan pressure pate pada kompressor AC.

Jika hal ini sering dilakukan, maka bukan tidak mungkin komponen megnet clutch kompresor AC akan cepat aus dan akhirnya rusak, sehingga bisa menyebabkan AC jadi tidak dingin. Demikian dilansir situs resmi Toyota.
Sangat disarankan untuk menyalakan AC ketika saat berhenti atau bila terpaksa sebaiknya mengurangi kecepatan dan melakukan putaran mesin di bawah 2.000 rpm. Selain kebiasan buruk di atas, ada pula kebiasaan lainnya, seperti tak memperhatikan asap rokok maupun kotoran lainnya.

Sangat penting untuk diketahui, jika AC memiliki blower yang berfungsi untuk memutar udara, udara ‘panas’ yang dihisap blower dari kabin akan ditutup melewati celah-celah di antara kisi-kisi evaporator yang dingin. Di bagian evaporator inilah, panas kemudian diserap oleh sistem sehingga udara yang diembuskan ke dalam kabin menjadi dingin.

Jadi, jika udara yang diserap oleh evaporator tecampur dengan banyak debu atau abu roko, maka akan membuat kisi-kisi pada evaporator tersbumbat dan akhirnya mengganggu kinerja pendinginan.
Terlebih lagi, sumbatan tersebut bisa mengakibatkan tumbuhnya jamur atau spora yang tentu akan menimbulkan bau tidak sedap dan bahkan berpotensi mengganggu kesehatan Anda serta penumpang lain di dalam mobil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *