Perawatan Mobil

Tips Agar Ban Mobil Tidak Pecah

Sebagian pemilik kendaraan seringkali menganggap remeh kondisi ban yang mulai aus atau tekanan anginnya yang mulai berkurang. Padahal, selain mengurangi kenyamanan dan meningkatkan konsumsi bahan bakar, ban yang aus atau kurangnya tekanan angin sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan. Menurut hasil survey data National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Amerika Serikat, lebih dari 400 kematian, 11 ribu orang cedera, dan lebih dari 78.000 kecelakaan terjadi setiap tahun karena pecah ban atau tekanan angin ban yang tidak sesuai.

Sebenarnya, ban merupakan komponen vital bagi mobil, karena bagian inilah yang langsung bersinggungan dengan jalan setiap kita gunakan. Maka dari itu, kondisi ban sangat penting untuk Anda perhatikan agar keselamatan dan kenyamanan berkendara tetap terjaga.  Berikut ada empat tips yang Anda harus lakukan untuk menghindari pecah ban dan tekanan angin ban yang tidak tepat, seperti dilansir AstraWorld:

1. Cek tekanan angin secara berkala, lakukan minimal sebulan sekali. Jangan biarkan ban kurang angin atau kempis karena akan menghasilkan lebih banyak gesekan, menyebabkan panas yang berlebihan, dan mengakibatkan ban pecah. Sesuaikan tekanan angin ban dengan standar yang dianjurkan Agen Pemegang Merek (APM) pada buku pedoman pemilik atau pada stiker yang tertera pada bagian sisi dalam panel pintu pengemudi.

2. Periksa kondisi permakaan ban, lakukan bersamaan saat mengecek tekanan angin. Caranya dengan melihat indikator keausan ban atau Thread Wear Indikator (TWI).  Pada dinding ban mendekati tapak ban, terdapat segitiga kecil. Setelah segitiga ditemukan, dengan melihat tapak ban searah dengan segitiga tersebut akan anda temukan TWI pada alur tapak ban. Jika TWI sudah sejajar dengan tapak ban berarti saatnya mengganti ban.

3. Berhati-hati mengemudi pada jalan tertentu. Pada bahu jalan atau jalan yang terdapat proyek pembangunan infrastruktur, sangat memungkinkan mendapati kerikil kecil atau benda tajam yang dapat merusak ban. Untuk menghindarinya, usahakan berjalan pelan dan berhati-hati saat melintasi jalan tersebut atau carilah alternatif jalan lain.

4. Patuhi beban maksimum yang dapat diangkut oleh mobil dan ban. Beban yang berlebihan akan membuat konsumsi bahan bakar meningkat, performa mobil berkurang, dan berkurangnya kontrol pengendalian mobil.
Oleh karena itu jangan memasukkan beban lebih dari 800 kilogram ke dalam mobil. Selain itu perhatikan pula posisi penempatan barang. Jangan menumpuk di satu sisi tetapi sebaiknya merata pada semua sisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *