Perawatan Mobil

Bensin Habis, SPBU Jauh, Lakukan Tips Berikut Ini

Pengendara terkadang sering lalai mengisi bahan bakar mobil saat akan melakukan perjalanan yang jauh, atau memang sengaja mengabaikan karena berpikiran bahan bakarnya masih mencukupi dari jarak yang ditempuh. Hal yang kemudian membuat panik biasanya, lampu indikator bensin menyala sementara Anda tengah berada di kemacetan dan jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Jika Anda dalam kondisi demikian, jangan panik. Sebab, saat lampu indikator bahan bakar mobil menyala dan jarum menuju pada huruf E (Empty), itu tidak berarti bahwa bahan bakar di tangki mobil Anda benar-benar habis. Biasanya, tangki mobil akan menyisakan lima-delapan liter bahan bakar, sehingga Anda memiliki waktu untuk mengisi bahan bakar di SPBU terdekat. Dilansir dari situs resmi Toyota, sisa bahan bakar ini tergantung dari besarnya tenaga mesin kendaraan. Semakin besar mesin kendaraan, semakin banyak pula sisa bahan bakar yang ada.

Cara yang paling mudah untuk memantau masih berapa jauh lagi BBM akan habis adalah melalui data MID. Namun ini hanya perkiraan, artinya tidak selalu konkrit dan tidak bisa dijadikan patokan pasti. Misalnya, mobil Anda menyisakan bahan bakar sebanyak lima liter saat indikator menyala, perhatikan konsumsi BBM rata-rata di MID, misalnya 10 kilometer (km) per liter. Maka, hitungannya mobil Anda masih bisa melaju hingga sekira 50 km lagi.

Mobil bisa melaju lebih jauh jika konsumsi bahan bakar mobil Anda rata-ratanya lebih baik lagi. Beberapa mobil juga menyertakan jarak yang bisa ditempuh dengan jumlah bahan bakar yang tersisa, biasanya ditulis dengan Range atau Distance To Empty. Tentunya Anda pasti kebingungan, bagaimmana jika indikator tersebut menunjukkan angka 0 km? Apakah mesin langsung mati? Ternyata hal tersebut tidak langsung membuat mobil mati. Mobil Anda masih bisa berjalan beberapa km hingga mobil Anda benar-benar mati.

Namun perlu Anda perhatikan, konsumsi dari bahan bakar saat melakukan perjalanan dengan kecepatan 30-40km per jam akan berbeda dari berjalan merambat di kemacetan dengan kecepatan 10-20km per jam. Untuk berjaga-jaga, alangkah baiknya Anda menurunkan perkiraan jarak tempuh antara setengah sampai tiga perempat dari target awal. Sehingga Anda tidak perlu panik ketika lampu indikator peringatan BBM hidup dan Anda terjebak di tengah kemecatan. Selamat mencoba dan tetap aman berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *